Tes Potensi Akademik (TPA)

Setelah mengikuti Tes Potentsi Akademik [TPA] tanggal 21 Mei 2011 ada dua hal yang mengganjal di fikiran saya.  Pertama adalah minimnya informasi TPA dan kedua: cukup mengejutkan bagi saya bahwa penyelengara TPA hanya satu di Indonesia.

TPA biasanya digunakan untuk:

  1. melanjutkan studi ke luar negeri;
  2. melanjutkan studi ke strata 2 [S2] atau strata 3 [S3];
  3. kenaikan jabatan;
  4. pengangkatan pegawai tetap.

Berikut kutipan penjelasan yang tertera di balik hasil TPA yang saya terima.  Sengaja saya ketik ulang agar bisa di-search [sebenarnya agar skor TPA saya tidak ikut terbaca karena tintanya tembus, hehehe … yang penting kan sudah lewat 500, passing grade tempat yang saya tuju, meski ngesot].  Dicetak di balik hasil TPA mungkin dengan harapan bisa memberi penjelasan bagi yang sudah mengikuti atau akan mengikuti TPA.

Tes Potensi Akademik (TPA) ini, dengan Hak Cipta Departemen Hukum dan HAM RI No, 042735, diselenggarakan oleh Unit Usaha Otonom Penyelenggara Tes UUO PT Koperasi Pegawai Bappenas.  UUO PT Koperasi Pegawai Bappenas adalah satu-satunya badan hukum resmi yang melayani kebutuhan akan alat tes yang dahulu dikenal sebagai TPA OTO Bappenas.

  1. Tes Potensi Akademik (TPA) dimaksudkan untuk mengukur potensi yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan belajar di jenjang pasca sarjana atau memangku jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual setara dengan kemampuan yang diperlukan untuk belajar di jenjang tersebut.  Semakin tinggi skor yang dicapai, semakin besar kemungkinan keberhasilannya.
  2. Skor TPA terdiri atas 4 bagian:  Skor Subtes 1 (kemampuan verbal), Skor Subtes 2 (kemampuan kuantitatif), Skor Subtes 3 (kemampuan penalaran), dan Skor Total (perpaduan 3 kemampuan tersebut yang diasumsikan sebagai potensi akademik).  Dengan menggunakan acuan nasional.  Skor Total terendah=200, tertinggi=800, dan rata-rata (mean)=500, dengan simpangan baku (standard deviation)=100.
  3. Penetapan kelulusan peserta ditentukan oleh instansi masing-masing yang menggunakan nilai TPA sebagai (salah satu) alat seleksinya.  UUO PT Koperasi Pegawai Bappenas tidak menentukan kelulusan/ketidaklulusan peserta.
  4. Masa berlaku skor TPA ini adalah dua tahun sejak tanggal tes yang diikuti.  Karena itu, permintaan konfirmasi/cetak ulang skor TPA yang telah lebih dari dua tahun tidak dapat dilayani.  Walaupun demikian, instansi pengguna TPA berhak menetapkan sendiri ketentuan tentang masa berlakunya nilai TPA.

Identitas penyelenggara tes adalah sebagai berikut:

Anda bisa menanyakan semua pertanyaan lewat nomor telefon tersebut di atas.

Dalam mengikuti TPA,  berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan:

  1. Carilah informasi apa saja yang Anda ingin tanyakan seputar TPA.  Anda bisa menanyakan ke teman atau menelfon humas UUO-PT Koperasi Pegawai Bappenas.
  2. Proses pendaftaran dimulai dengan membayar biaya pendaftaran lewat transfer bank dan memfax formulir pendaftaran yang sudah diisi dilampiri bukti transfer.  Segera konfirmasikan fax Anda.
  3. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan dan perbanyak latihan sebelum tes.
  4. Saat mengerjakan soal jangan biarkan ada jawaban kosong, karena jawaban yang salah tidak mengurangi skor, jika ada yang tidak bisa, sebaiknya dipilih saja jawaban yang dianggap paling benar, siapa tahu jawaban tersebut benar.
  5. Jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan soal

Semoga Anda berhasil.

201105290051

Identitas penyelenggara tes terakhir adalah sebagai berikut:

201304151123


2 responses to “Tes Potensi Akademik (TPA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: