Teori Inflasi

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kecenderungan kenaikan tingkat harga-harga umum yang terjadi terus-menerus.  Tingkat harga umum yang dimaksud adalah index harga konsumen [IHK]/Consumer Price Index atau [CPI] yaitu angka index yang menunjukkan tingkat harga barang dan jasa yang dibeli konsumen dalam satu periode tertentu.

Mengukur Laju Inflasi

  • Inflasi bulanan  =  [(IHK b  – IHK b-1) /IHK b-1] x 100%
  • Inflasi tahunan  = [(IHK Des t  – IHK Des t-1) /IHK Des t-1] x 100%
  • di mana
  • IHK b = Index harga konsumen suatu bulan
  • IHK b-1 = Index harga konsumen bulan sebelumnya
  • IHK Des t = Index harga konsumen Bulan Desember suatu tahun
  • IHK Des t-1 = Index harga konsumen Bulan Desember tahun sebelumnya.

Jenis-jenis Inflasi

Inflasi berdasarkan sifat:

  1. Inflasi rendah [0%  –  9,99% per tahun];
  2. Inflasi sedang [10%  –  29,99% per tahun];
  3. Inflasi tinggi [30%  –  99,99% per tahun];
  4. Hyper inflasi [lebih besar dari 100%].

Jenis-jenis inflasi ini terutama berlaku untuk negara-negara sedang berkembang.  Rendahnya inflasi di negara-negara sedang berkembang masih lebih tinggi dibanding negara-negara maju.  Hal ini disebabkan antara lain:

  • Negara maju, yang umumnya negara industri, produktivitas outputnya sebagian besar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat domestiknya sehingga tingkat harga dan inflasi relatif stabil dan rendah.
  • Tingkat bunga yang merupakan bagian dari biaya produksi di negara maju relatif lebih rendah dibanding negara sedang berkembang sehingga biaya produksi yang rendah/murah selanjutnya harga jual produk menjadi lebih murah.
  • Nilai kurs mata uang.  Di negara-negara maju cenderung lebih kuat dan stabil dibandingkan negara-negara sedang berkembang yang hal itu berakibat relatif lebih mahalnya harga jual produk di negara-negara sedang berkembang.

Inflasi berdasarkan asal:

  1. Inflasi dari dalam negeri;
  2. Inflasi dari luar negeri.

Inflasi dari dalam negeri

  • Suatu negara yang dalam APBN menganut sistem anggaran defisit dan untuk membiayai defisitnya dengan cara mencetak uang baru maka akan mengakibatkan naiknya laju inflasi karena jumlah uang beredar lebih besar/lebih banyak dibandingkan dengan penawaran barang.
  • Kondisi politik dan keamanan yang tidak stabil dapat menimbulkan inflasi dari dalam negeri karena produksi dan distribusi barang tidak lancar.
  • Bencana alam yang terjadi di suatu negara dapat berdampak naiknya laju inflasi karena produktivitas output dapat terganggu.

Inflasi dari luar negeri

  • Inflasi yang terjadi pada negara-negara maju akan berdampak di dalam negeri karena kebutuhan impor yang harus dibayar dengan harga yang lebih mahal.
  • Inflasi yang terjadi pada negara-negara partner dagang akan berdampak pada naiknya inflasi di dalam negeri karena kebutuhan akan produk dari negara tersebut yang harganya akan naik.

Inflasi berdasarkan penyebab:

  1. Inflasi tekanan permintaan [Demand pull inflation], yaitu inflasi yang terjadi karena tekanan AD, karena kenaikan konsumsi masyarakat yang melebihi kemampuan memproduksi output [supply].  Penyebab inflasi karena tekanan permintaan yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan oleh investor untuk membiayai investasinya sebelum produktivitas outputnya meningkat akan berdampak naiknya tingkat harga dan inflasi.
  2. Inflasi dorongan biaya [Cost push inflation], yaitu inflasi yang terjadi karena kenaikan biaya produksi, antara lain: a) biaya upah, b) kenaikan harga bahan baku, c) kenaikan harga BBM, d) dan lain-lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: