Teori Ekonomi Makro versi AYe [Calculation Only]

Setelah mereview Teori Ekonomi Makro pasca UTS yang disappointing, hasilnya sebagai berikut:

Sektor Riil [Pasar Barang]

Perekonomian Dan Pelaku Perekonomian

  • 2 sektor:  Rumah Tangga [RT] dan Perusahaan swasta [Bisnis].
  • 3 sektor:  RT, Bisnis, dan Pemerintah/Government.
  • 4 sektor:  RT, Bisnis, Pemerintah, dan Luar Negeri [LN].

Persamaan-persamaan Dalam Ekonomi Makro

Persamaan lengkap di perekonomian makro sektor riil

Y  =  C + I + G + X – M

  1. Yd  =  Y – Tx + Tr
  2. C  =  a + b.Yd  dengan mensubstitusi Yd dengan persamaan 1 diperoleh  C  =  a + b.(Y – Tx + Tr)
  3. S  =  -a + (1-b).Yd  dengan mensubstitusi Yd dengan persamaan 1 diperoleh  S  =  -a + (1 – b).(Y – Tx – Tr)
  4. Tx  =  Tx0 + t.Y
  5. Tr  =  Tx0
  6. I  =  I0 + h.Y  [digunakan untuk mencari keseimbangan national income pada sektor riil] atau   I  =  Io + h.r  [digunakan untuk mencari keseimbangan national income pada sektor riil dan sektor moneter].
  7. G  =  G0
  8. X  =  X0
  9. M  =  M0 + m.Y

Dengan mensubstitusikan 9 persamaan di atas, [persamaan 2 dan 3 optional, hanya salah satu yang dipakai di mana secara prinsip C= Y-S atau S=Y-C] ke dalam persamaan lengkap di atas akan didapat persamaan baru sebagai berikut:

  • Y  =  C + I + G + X – M
  • Y  =  (a+b.Yd)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-Tx+Tr)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-(Tx0+t.Y)+Tr0)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  a+b.Y-b.Tx0-b.t.Y+b.Tr0+I0+h.Y+G0+X0-M0+m.Y
  • Y  =  (b.Y-b.t.Y+h.Y+m.Y) + (a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0)
  • Y – (b.Y-b.t.Y+h.Y+m.Y)  =  a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0
  • Y(1-b+b.t-h-m)  =  a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0
  • Y  =  (a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0)/(1-b+b.t-h-m)

10 simbol variabel [variable] yang dipakai:

  1. Y adalah pendapatan nasional [national income].  National income ini sering disingkat NI dan pada titik equilibrium nilai Y sama dengan AD [aggregate demand].
  2. Yd adalah pendapatan yang bisa dibelanjakan [disposible income].  Yd ini didapat dari national income dikurangi tax ditambah transfer.
  3. Tx adalah pajak [tax].
  4. Tr adalah penerimaan lain [Transfer].  Transfer adalah penerimaan tahun ini yang diperoleh atas jasa yang sudah diberikan tahun-tahun sebelumnya, misalnya: penerimaan uang pensiun.
  5. C adalah konsumsi [consumption].
  6. S adalah tabungan [saving].
  7. I adalah investasi [investment].
  8. r adalah tingkat bunga [interest rate].
  9. G adalah pengeluaran pemerintah [government expenditure].
  10. X adalah expor [export].
  11. M adalah impor [import].

4 simbol intersep [intercept] yang dipakai:

  1. b adalah intersep dalam persamaan konsumsi.  b disebut juga marginal propensity to consume [MPC].  b ini juga dipakai dalam fungsi saving dalam bentuk (1-b)(1-b) disebut juga marginal propensity to save [MPS].
  2. t adalah intersep dalam persamaan pajak.
  3. h adalah intersep dalam persamaan investasi.  h disebut juga marginal propensity to invest [MPI].
  4. m adalah intersep dalam persamaan impor.

 7 simbol konstanta [constant] yang dipakai:

  1. a adalah konsumsi tetap.
  2. Tx0 adalah pajak tetap.
  3. Tro adalah transfer tetap.
  4. I0 adalah investasi tetap.
  5. Go adalah pengeluaran tetap pemerintah.
  6. X0 adalah expor tetap.
  7. Mo adalah impor tetap.

Istilah-istilah yang sering dipakai adalah sebagai berikut:

Tax

  • Lump sum tax adalah pajak yang besarnya ditetapkan dan tidak dipengaruhi oleh pendapatan [intersep t=0].  Karena t=0, maka Tx = Tx0 + (0).Y  =>  Tx  =  Tx0.
  • Built in flexible tax adalah pajak di mana besarnya dipengaruhi oleh pendapatan [intersep t>0] dan pajak tetap [Tx0] besarnya sama atau lebih besar dari 0.

Investment

  • Autonomous investment adalah investasi yang besarnya ditetapkan dan tidak dipengaruhi oleh pendapatan [intersep h=0].  Karena h=0, maka I = I0 + (0).Y  =>  I  =  I0.
  • Induce investment adalah investasi di mana besarnya dipengaruhi oleh pendapatan [intersep h>0] dan investasi tetap [I0] besarnya sama atau lebih besar dari 0.

Export dan Import

  • Exogenous variable [variabel exogen] adalah variabel yang berdiri sendiri atau tidak ditentukan unsur lain.  Export [X] merupakan variabel exogen sehingga persamaan expor merupakan fungsi konstan  X  =  X0.
  • Endogenous variable [variabel endogen] adalah variabel yang tidak berdiri sendiri atau ditentukan unsur lain.  Impor [M] merupakan variabel endogen karena besarnya dipengaruhi oleh pendapatan [Y] sehingga persamaannya adalah  M  =  M0 + m.Y.

Perekonomian 2 sektor: 

Syarat equilibrium S = I

Di dalam perekonomian 2 sektor, pelaku perekonomian hanyalah RT dan bisnis sehingga Tx=0, Tr=0, G=0, X=0 dan M=0.  Karena Tx=0 dan Tr=0 maka Yd=Y.  Persamaan pendapatan menjadi:

  • AD  =  C + I   menjadi   Y  =  C + I
  • Y  =  C + I + G + X – M
  • Y  =  (a+b.Yd)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-Tx+Tr)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-0+0)+(I0+h.Y)+0+0-(0)
  • Y  =  a + b.Y+I0+h.Y
  • Y(1-b-h)  = a+I0
  • Y  =  (a+I0)/(1-b-h)

Perekonomian 3 sektor: 

Syarat equilibrium  S  =  I+G-Tx+Tr  atau  S+Tx  =  I+G+Tr.

Di dalam perekonomian 3 sektor, pelaku perekonomian adalah RT, bisnis, dan pemerintah sehingga X=0 dan M=0.  Karena Tx=0 dan Tr=0 maka Yd=Y.  Persamaan pendapatan menjadi:

  • AD  =  C + I +G   menjadi   Y  =  C + I + G
  • Y  =  C + I + G + X – M
  • Y  =  (a+b.Yd)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-Tx+Tr)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-[Tx0+t.Y]+Tr)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-Tx0-t.Y+Tr0)+(I0+h.Y)+G0+0-(0)
  • Y  =  a + b.Y-b.Tx0-b.t.Y+b.Tr0+I0+h.Y+G0
  • Y(1-b+b.t-h)  = a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0
  • Y  =  (a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0)/(1-b+b.t-h)

Perekonomian 4 sektor: 

Syarat equilibrium  S  =  I+G-Tx+Tr+(X-M)  atau  S+Tx+M  =  I+G+Tr+X.

Di dalam perekonomian 4 sektor, pelaku perekonomian adalah RT, bisnis, pemerintah, dan Luar negeri [LN].  Persamaan pendapatan menjadi:

  • AD  =  C + I + G + (X – M)   menjadi   Y  =  C + I + G + (X – M)
  • Y  =  C + I + G + X – M
  • Y  =  (a+b.Yd)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-Tx+Tr)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-[Tx0+t.Y]+Tr)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-Tx0-t.Y+Tr0)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  a + b.Y-b.Tx0-b.t.Y+b.Tr0+I0+h.Y+G0+X0-M0-m.Y
  • Y(1-b+b.t-h+m)  =  a-b.Tx0+bTr0+I0+G0+X0-M0
  • Y  =  (a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0)/(1-b+b.t-h+m)

Multiplier effect

Perhatikan rumus ini:

  • Y  =  (a-b.Tx0+I0+G0+X0-M0)/(1-b+b.t-h+m)

Di dalam rumus tersebut di atas, setiap terjadi perubahan C/Tx/Tr/I/G/X/M maka Y akan berubah sebesar:

  • 1/(1-b+b.t-h+m) x ΔC/ΔI/ΔG/ΔX
  • -1/(1-b+b.t-h+m) x M
  • b/(1-b+b.t-h+m) x Tr
  • -b/(1-b+b.t-h+m) x ΔTx

1/(1-b+b.t-h+m) ini disebut multiplier effect A [kA] yang berarti setiap 1 kenaikan konsumsi [ΔC] maka akan terjadi 1/(1-b+b.t-h+m) kenaikan national income [ΔY]. Kenaikan investasi [ΔI], kenaikan pengeluaran pemerintah [ΔG], dan kenaikan expor [ΔX] analog [berlaku sama] dengan ΔC sehingga kI=kA, kG=kA, dan kX=kA.

-1/(1-b+b.t-h+m) ini disebut multiplier effect M [kM] yang berarti setiap 1 kenaikan impor [ΔM] maka akan terjadi 1/(1-b+b.t-h+m) penurunan national income [ΔY].

b/(1-b+b.t-h+m) ini disebut multiplier effect Tr [kTr] yang berarti setiap 1 kenaikan impor [ΔM] maka akan terjadi b/(1-b+b.t-h+m) kenaikan national income [ΔY].

-b/(1-b+b.t-h+m) ini disebut multiplier effect Tx [kTx] yang berarti setiap 1 kenaikan impor [ΔM] maka akan terjadi b/(1-b+b.t-h+m) penurunan national income [ΔY].

Khusus untuk kenaikan saving [ΔS] tidak dibahas di sini.

Sektor Moneter [Pasar Uang]

Menurut Keynesian: orang memegang uang dengan 3 motif:

  1. Motif transaction [Transaction motive], uang yang dipegang digunakan untuk mempermudah transaksi sehari-hari.
  2. Motif berjaga-jaga [Precautionary Motive], uang yang dipegang digunakan untuk membiayai yang tidak terduga.
  3. Motif spekulasi [Speculation Motive], uang yang dipegang digunakan untuk mendapatkan keuntungan.

 

Persamaan lengkap di perekonomian makro sektor moneter

Ms  =  Md1 + Md2

  • Md1  =  a1+b1.Y
  • Md2  =  a2-b2.r
  • Md  =  a1+b2.Y+a2-b2.r
  • karena keseimbangan [equilibrium] terjadi pada saat Ms  =  Md maka
  • Ms  =  a1+b1.Y+a2-b2.r
  • Y  =  (Ms-a1-a2+b2.r)/b1
  • Y  =  (Ms-a1-a2)/b1+(b2/b1).r  fungsi ini  disebut Fungsi LM
  1. Ms adalah total uang yang beredar.
  2. Md adalah total permintaan uang.
  3. Md1 adalah permintaan uang untuk motif transaksi dan berjaga-jaga.  Di mana untuk motif transaksi dan berjaga-jaga a1 adalah permintaan uang tetap dan b1 adalah intersep permintaan uang variabel yang dipengaruhi oleh national income [Y].
  4. Md2 adalah permintaan uang untuk motif spekulasi.  Di mana untuk motif spekulasi a2 adalah permintaan uang tetap dan b2 adalah intersep permintaan uang variabel yang dipengaruhi oleh national income [Y]. b2 < 0.

Keseimbangan Sektor Riil dan Sektor Moneter

Persamaan keseimbangan sektor riil dan sektor moneter bisa terjadi hanya jika fungsi I menggunakan f (r) yakni I = I0+h.r.  Sehingga fungsi IS yang dipakai adalah sebagai berikut.

  • Y  =  C + I + G + X – M
  • Y  =  (a+b.Yd)+(I0+h.Y)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-Tx+Tr)+(I0+h.r)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  (a+b.(Y-(Tx0+t.Y)+Tr0)+(I0+h.r)+G0+X0-(M0+m.Y)
  • Y  =  a+b.Y-b.Tx0-b.t.Y+b.Tr0+I0-h.r+G0+X0-M0+m.Y
  • Y  =  (b.Y-b.t.Y+m.Y) + (a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0-h.r)
  • Y – (b.Y-b.t.Y+m.Y)  =  a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0-h.r
  • Y(1-b+b.t-m)  =  a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0-h.r
  • Y  =  (a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0-h.r)/(1-b+b.t-m)
  • Y  =  (a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0)/(1-b+b.t-m)-[h/(1-b+b.t-m)].r  fungsi ini disebut fungsi IS.

 Keseimbangan Sektor Riil dan Sektor Moneter terjadi pada saat Fungsi IS = Fungsi LM

Fungsi IS = Fungsi LM

  •  (a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0)/(1-b+b.t-m)-[h/(1-b+b.t-m)].r = (Ms-a1-a2)/b1+(b2/b1).r
  • (b2/b1).r+[h/(1-b+b.t-m)].r = (a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0)/(1-b+b.t-m)-(Ms-a1-a2)/b1
  • r.[(b2/b1).r+h/(1-b+b.t-m)] = [(a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0)/(1-b+b.t-m)-(Ms-a1-a2)/b1]
  • r = [(a-b.Tx0+b.Tr0+I0+G0+X0-M0)/(1-b+b.t-m)-(Ms-a1-a2)/b1]/[(b2/b1).r+h/(1-b+b.t-m)]

Setelah r didapatkan maka r disubstitusikan ke fungsi IS dan fungsi LM.  Nilai Y yang didapat di fungsi IS dan LM harus sama atau mendekati sama.  Mendekati sama jika dilakukan pembulatan.  Biasanya di soal diminta pembulatan 4 angka di belakang koma tanpa pembulatan, artinya angka ke-5 dan seterusnya di belakang koma diabaikan.

Lihat rumus sepanjang itu kok jadi eneg.  Ah, mungkin bukan rumus penyebabnya.  Telor mie rebusnya kurang matang, kali. 😀

… to be continued … ngantuk!


2 responses to “Teori Ekonomi Makro versi AYe [Calculation Only]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: