Teori Ekonomi Makro

Makroekonomi [Macroeconomics] adalah studi tentang perekonomian secara menyeluruh termasuk:

  • Total output & Pertumbuhan output;
  • Tenaga kerja & Pengangguran;
  • Tingkat harga & Inflasi;
  • Aggregate demand [AD] & Aggregate supply [AS];
  • Neraca pembayaran & Nilai tukar.

Tiga Model Makroekonomi

Menurut Dornbusch & Richard (University of Washington), 3 model makroekonomi tersebut adalah:

  • Jangka pendek, tingkat harga adalah tetap dan perubahan AD menyebabkan perubahan output yang menghasilkan boom dan resesi.
  • Jangka panjang, merupakan inti dari teori tingkat harga.  Tingkat harga adalah fleksibel dan pertumbuhan berfokus pada pertumbuhan kapasitas produksi.
  • Jangka sangat panjang, kapasitas produksi perekonomian sebagian besar dianggap tetap.  Output dan tingkat harga ditentukan AS & AD,  Inflasi yang tinggi merupakan efek dari perubahan AD.

Tiga Variabel Makro Yang Penting

Menurut Grepory Mankiw [Harvad University], 3 variabel tersebut adalah:

  • Real gross domestic product [GDP];
  • Inflation Rate;
  • Unemployment Rate.

Mengukur Activities Ekonomi [GDP]

Income, Expenditure, dan Circuler Flow

table 1

GDP, NDP, GNP, NNP, dan NI

  • GDP adalah nilai seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi di suatu negara dalam suatu periode tertentu.
  • Net domestic product [NDP] adalah GDP dikurangi depresiasi, NDP lebih mencerminkan nilai riil output yang dihasilkan.
  • Gross national product [GNP] adalah nilai seluruh barang dan jasa yang diproduksi dengan menggunakan input domestik, baik di dalam negeri [DN] maupun di luar negeri [LN] (GNP = GDP + Pembayaran input dari manca negara – Pembayaran input ke manca negara).
  • Net national product [NNP] = GNP – Depresiasi.
  • National income [NI] = NNP – Indirect taxes.

GDP Nominal Versus GDP Riil

  • GDP nominal mengukur nilai output berdasarkan harga barang yang berlaku, atau:  [GDP nominal = GDP riil x GDP deflator];
  • GDP riil mengukur nilai output berdasarkan harga konstan, atau:  [GDP riil = GDP nominal/GDP deflector);
  • GDP deflator mengukur harga output relatif terhadap harga barang tahun dasar, atau:  (GDP deflator = GDP nominal/GDP riil) x 100.

Contoh:

  • Asumsi:  Tahun 1 sebagai tahun dasar.
  • Tahun        Produk A               Produk B                GDP
  •               Unit         Harga    Unit         Harga     Nominal    Riil        Deflator
  •               [satuan]  [Rp. ]     [satuan]  [Rp. ]     
  •     1         100          1.000       70          2.000    240 rb     240 rb   100.0
  •     2         120          1.500     100          2.500    430 rb     320 rb   134.4

Mengukur GDP

  • GDP diukur berdasarkan nilai barang dan jasa akhir, ini untuk menghindari penghitungan ganda, karena adanya intermediate goods dan final goods.
  • Untuk menghindari penghitungan ganda digunakan value added.
  • Kesulitan dalam mengukur GDP:
  • 1.  Beberapa output tidak diperdagangkan.
  • 2.  Beberapa output sifatnya ilegal.

Untuk menghitung nilai GDP, NDP, GNP, NNP, NI, PI, DPI dapat diringkas sebagai berikut:

  • C + I + G + (X – M) = GDP (Y)
  • ditambah:                     pendapatan input domestik dari LN
  • dikurang:                      pembayaran input LN yang ada di DN
  •                                        GNP
  • dikurang:                      penyusutan
  •                                        NNP [Net National Product]
  • dikurang:                      Pajak tak langsung
  • ditambah:                     Subsidi
  •                                        NI [National Income]
  • dikurang:                      Laba ditahan
  • dikurang:                      Pembayaran asuransi sosial
  • ditambah:                     Pendapatan bunga dari G & K
  • ditambah:                     Penerimaan bukan balas jasa
  •                                        Personal Income [PI]
  • dikurang:                      Pajak pendapatan personal
  •                                        Disposible Personal Income

Penghitungan GDP menurut Lapangan Usaha:

  1. Pertanian;
  2. Pertambangan & Penggalian;
  3. Industri Pengolahan;
  4. Listrik, Gas, & Air Bersih;
  5. Bangunan;
  6. Perdagangan, Hotel & Restoran.
  7. Pengangkutan & Komunikasi;
  8. Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan;
  9. Jasa-jasa.

CPI [Consumer Price Index] atau IHK [Index Harga Konsumen] digunakan untuk mengukur laju inflasi.  Di Indonesia diperoleh dengan mengukur perubahan barang & jasa yang terdiri lebih dari 300 macam barang yang dikelompokkan 7, yaitu:

  1. Bahan makanan;
  2. Makanan jadi, Minuman, Rokok &  Tembakau;
  3. Perumahan;
  4. Sandang;
  5. Kesehatan;
  6. Pendidikan, Rekreasi, & Olah raga;
  7. Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan.

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kecenderungan kenaikan tingkat harga-harga umum yang terjadi terus-menerus.

  • Tingkat harga umum yang dimaksud adalah IHK/CPI yaitu angka index yang menunjukkan tingkat harga barang & jasa yang dibeli konsumen dalam satu periode tertentu.
  • Mengukur laju inflasi:
  • Inflasi bulan b = [(IHK bulan b – IHK bulan b-1)/(IHK bulan b-1)] x 100%
  • Inflasi tahun t = [(IHK Des t – IHK Des t-1)/(IHK Des t-1)] x 100%

Perkembangan GDP dan Inflasi Indonesia (2000 – 2009)

  • Tahun                      2000  2001  2002  2003  2004  2005  2006  2007  2008  2009
  • Pertumbuhan %     4,40     3,83    4,38   4,88   5,13     6,35  5,50    6,32  
  • Inflasi %                   9,35   12,55  10,03  5,06   6,40   17,11  6,60    6,59   11,06   2,78

Pengertian Pengangguran

Pengangguran adalah orang atau penduduk dalam batasan usia produktif yang aktif mencari pekerjaan namun belum bekerja.

Tingkat pengangguran = [Jumlah yang menganggur/Jumlah angkatan kerja] x 100%

 Jenis-jenis pengangguran:

  • Pengangguran struktural [Structural unemployment], pengangguran yang disebabkan karena adanya perbedaan struktur jenis pekerjaan dengan struktur angkatan kerja yang mencari kerja.
  • Pengangguran friksional [Frictional unemployment], pengangguran dalam kondisi perekonomian mencapai full employment [apabila pengangguran tidak melebihi 4%].
  • Pengangguran siklis [Cyclical unemployment], pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam kegiatan perekonomian.  Menurunnya perekonomian, perusahaan mengurangi produksi, & mengurangi tenaga kerja.
  • Pengangguran musiman, pengangguran berkaitan dengan fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, seperti yang terjadi di sektor pertanian.

Biaya sosial dari pengangguran:

  • Terganggunya Stabilitas Perekonomian.  Pengangguran menimbulkan menurunnya AD dan AS.  Makin tinggi tingkat pengangguran, daya beli makin rendah sehingga AD terus menurun.  Makin sedikit tenaga kerja digunakan perusahaan, main kecil kegiatan produksi & makin sedikit AS.
  • Terganggunya Stabilitas Politik & Keamanan.  Pengangguran yang tinggi mengakibatkan kriminalitas, maupun kegiatan ekonomi yang sifatnya ilegal.

Kondisi Tenaga Kerja & Pengangguran Tahun 1997-2005  [Sumber:  BPS]

  • Indikator                             1997          1999           2001          2004          2005
  • Penduduk [juta]               201,36       206,52       209,39       215,28       220,97
  • Angkatan kerja [juta]        91,32          94,85         98,81        100,32       111,97
  • Tenaga kerja [juta]            87,55          88,82         90,81          90,78      100,24 
  • Pengangguran [juta]            4,28            6,03           5,33            9,53        10,80
  • Tingkat Pengangguran %    4,68            3,36           5,39            9,50        10,30 
  • PHK [ribu]                           41,72       107,92       124,83        128,74           7,30

Tenaga Menurut Sektor Tahun 1997-2005 [Sumber:  Suprobo 2006]

  • Sektor                               1997          1999           2001          2004          2005
  • Pertanian [%]                  41,18         43,21         43,88          46,26          44,02
  • Industri [%]                    19,01         17,84          17,54          12,84           16,86
  • Pertanian [%]                 39,81         38,95         38,58          40,90          39,12

Sektor Riil

Sektor Moneter

Teori Ekonomi Makro versi AYe [Calculation Only]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: