Konsep Dasar Matematika

MATEMATIKA EKONOMI

  1. KONSEP DASAR MATEMATIKA

Ruang Lingkup

Ilmu ekonomi timbul karena ada masalah scarcity [kelangkaan].  Oleh karena itu, ilmu ekonomi bertujuan untuk membantu memecahkan masalah yang timbul dalam rangka usaha-usaha pengoptimalisasian utilitas/manfaat sumber daya sesuai dengan keterbatasan yang dihadapi.  Masalah-masalah tersebut menyangkut hubungan antara satu kejadian/variabel ekonomi dengan kejadian/variabel ekonomi lain yang mempengaruhinya.  Misalnya harga suatu barang tergantung pada jumlah permintaannya, jumlah produksi barang tertentu dipengaruhi oleh tingkat tehnologi yang digunakan, dan lain-lain.

Pembahasan ilmu ekonomi sering dilakukan dengan memakai dasar anggapan [asumsi] ceteris paribus, yaitu menekankan pada hubungan antara suatu variabel dengan variabel lain yang mempengaruhinya [hubungan kausal], di mana variabel-variabel yang tidak dibahas dianggap konstan atau tidak berubah.  Hubungan antara variabel yang saling mempengaruhi dapat dikelompokkan dalam dua macam pendekatan, yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Untuk dapat lebih memahami, usaha pendekatan yang dapat dilakukan dalam pembatasan-pembatasan masalah ekonomi diperlukan suatu alat, yaitu Matematika Ekonomi [ME].  ME mencakup pengertian-pengertian , dalil-dalil/kaidah-kaidah, formula-formula, dan tehnik-tehnik penggunaan matematika dalam pembahasan persoalan ekonomi.

ME merupakan bagian dari ilmu ekonomi [seperti halnya Public Finance, Perdagangan Internasional, dan lain-lain] yang menekankan kepada suatu pendekatan [dari] analisis ekonomi yang menggunakan simbol-simbol matematika dalam bentuk pernyataan masalah dan teori-teori matematika.  Pendekatan dengan memakai ME ini digolongkan sebagai pendekatan yang bersifat kuantitatif, sedang yang tidak menggunakan ME merupakan pendekatan yang bersifat kualitatif.

Dalam teori matematika sering dipakai bentuk pernyataan ‘jika-maka’ [if-then], dan setiap langkah dibatasi dengan asumsi-asumsi.  Beberapa tehnik matematika yang banyak digunakan dalam ekonomi antara lain Teori Himpunan [Set], Fungsi, Diferensial, Integral, Programasi Linier, dan lain sebagainya.  Penggunaan ME dipengaruhi oleh ilmu-ilmu lain seperti Teori Ekonomi dan Statistika.

Model

Model yang dimaksud di sini adalah penyederhanaan [simplification] atau penggambaran [representation] atau abstraksi [abstraction] dari keadaan dunia nyata/realitas.  Dalam ilmu pengetahuan, model terdiri dari 3 macam, yaitu Iconic Model [Exact Replica], Analog Model [Physical Model], dan Symbolic Model [Mathematical Model].

  1. Iconic Model yaitu suatu model yang menggambarkan keadaan dunia nyata dalam bentuk yang hampir sama, dan dapat berukuran 2 atau 3 dimensi.  Contoh:  foto, lukisan, boneka, patung, dan sebagainya.
  2. Analog Model yaitu suatu model yang menggambarkan keadaan dunia nyata dengan alat-alat fisik.  Contoh:  tabel, diagram, alat peraga, dan sebagainya.
  3. Symbolic Model yaitu suatu model yang menggunakan simbol-simbol matematis untuk menggambarkan keadaan dunia nyata.  Contoh:  P = f (Q^d,Q^s), Q^d = g (P, Pk, Ps, Y, t, …) dan lain-lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: