Budgeting

Financial Forecasting, Planning, and Budgeting

Di dalam penganggaran ada tiga istilah keuangan, yaitu forecasting, planning, dan budgeting.

Forecasting adalah bagian integral dari proses Planning [perencanaan].  Kegiatan perencanaan keuangan meliputi mengumpulkan forecast penjualan dari personil pemasaran dan perencanaan produksi dari bagian produksi kemudian mengkombinasikannya untuk membuat proyeksi mengenai kebutuhan finansial perusahaan di waktu yang akan datang.

Kita akan melihat bahwa perencanaan keuangan antara lain dapat berupa:  suatu set proforma laporan keuangan (atau laporan keuangan yang direncanakan) dan cash budget.  Laporan keuangan ini digunakan sebagai tolok ukur untuk hasil aktual kegiatan perusahaan sehari-hari.

Financial Forecasting

Forecasting dalam manajemen keuangan digunakan untuk mengestimasi kebutuhan finansial perusahaan di masa depan.  Bila manajer keuangan tidak mengantisiipasi kebutuhan finansial perusahaan di masa depan maka akan timbul krisis bila cash inflow perusahaan lebih kecil dari cash outflow.

Langkah dasar dalam memprediksi kebutuhan finansial tersebut adalah:

  • Step 1:  memproyeksikan sales revenues dan expenses perusahaan selama periode proyeksi.
  • Step 2:  mengestimasi tingkat investasi pada aset lancar dan aset tetap selama periode proyeksi.  [Aset akan ditambah jika aset yang ada sudah full capacity].
  • Step 3:  menentukan kebutuhan pembiayaan selama periode proyeksi.

Sales forecast

Sales forecast untuk satu tahun ke depan sekurang-kurangnya harus mencerminkan:

  1. Setiap sales trend di waktu lalu yang diharapkan tetap terjadi di tahun yang akan datang.
  2. Pengaruh setiap kejadian yang dapat mempengaruhi trend tersebut, misalnya perubahan harga jual, kampanye iklan secara besar-besaran.

Percent of Sales Method

Percent of sales method adalah metode untuk mengestimasi tingkat expense, sales, atau liability untuk periode yang akan datang sebagai persentase terhadap sales forecast.

tabel 4-1  Using the Percent of Sales Method to forecast future financing requirements.

Lihat tabel 4-1:  menggunakan percent of sales method untuk memproyeksikan kebutuhan pembiayaan di tahun yang akan datang.

Spontaneous sources of financing adalah sumber pembiayaan yang muncul secara alami selama kegiatan bisnis berlangsung.  Variabel ini berubah secara proporsional terhadap perubahan sales.

Discretionary financing needed [sumber tidak spontan] adalah sumber pembiayaan yang harus diputuskan secara eksplisit oleh manajemen perusahaan setiap saat dana tersebut dimunculkan.  Contoh:  notes payable, long-term debt, common stock, paid-in capital; variabel-variabel ini diasumsikan tidak langsung berubah dengan berubahnya sales.

Langkah-langkah membuat forecasting dengan percent of sales method:

Step 1:  Pada balance sheet di tahun dasar, ubah semua komponen assets dan komponen liability account yang berubah secara langsung dengan berubahnya sales ke dalam bentuk persentase terhadap sales.

Step 2:  Proyeksikan nilai setiap komponen aset dan komponen liabilitas tersebut di langkah pertama dengan cara:  percent of sales komponen tersebut X nilai projected sales tahun depan.

Step 3:  Memproyeksikan pertambahan retained earning [R/E] yang tersedia untuk membantu pembiayaan operasi perusahaan.

  •      Δ R/E  =  projected sales x (net income/sales) x (1 - [cash dividends/net income])
  •  Menghitung R/E proyeksi:
  •      Projected R/E  =  R/E in based year + Δ R/E

Step 4:  Memproyeksikan discretionary financing needed [DFN] perusahaan.

  •      DFN  =  Projected total assets – Projected total liabilities – Projected owner’s equity

The Discretionary Financing Needed [DFN] Model

  • DFN juga dapat diproyeksi langsung dengan rumus:
  •      DFNt+1  =  Projected Δ assetst+1 – Projected Δ liabilitiest+1 – Projected Δ owners equityt+1
  •      Projected Δ assetst+1  =  [Assetst/Salest] x [Salest+1 - Salest]
  •      Projected Δ liabilitiest+1  =  [Liabilitiest/Salest] x [Salest+1 - Salest]
  •      Projected Δ owner’s equityt+1  =  [NPM x Salest+1] x [1 - b)
  • di mana NPM adalah net profit margin
  • b adalah dividend payout ratio atau [dividend/net income]

Dengan menggunakan DFN model, kita dapat dengan cepat dan mudah melakukan evaluasi sensivitas proyeksi kebutuhan pembiayaan bila ada variabel kunci yang berubah.

Apa dampak pada DFN bial kita melakukan persentase perubahan NPM berbeda-beda dikombinasikan dengan dividend payout ratio yang berbeda; untuk soal yang sama.

  • Net Profit Margin                                      Dividend Payout Ratio
  •                                                  30%                          50%                           70%
  • 1%                                     $716,000                  $740,000                 $764,000
  • 5%                                     $380,000                 $500,000                 $620,000
  • 10%                                   ($ 40,000)               $200,000                 $440,000

Semakin tinggi dividend payout ratio [b] maka semakin kecil retention percentage [1-b].  Hal ini berarti dana yang digunakan untuk investasi kembali [reinvest] oleh perusahaan semakin sedikit sehingga perusahaan membutuhkan lebih banyak discretionary financing needed.

Jadi DFN perusahaan sebagian merupakan fungsi dari growth prospect perusahaan dan industri, dan pembayaran dividend.  DFN juga merupakan fungsi dari profitability perusahaan.  Semakin tinggi net profit margin semakin rendah kebutuhan perusahaan akan DFN, variabel lain dianggap konstan.

Kelemahan The Percentage of Sales Method

….

to be continued

About these ads

2 responses to “Budgeting

  • Dhian Adhe

    mas tanya, kalo hasil proyeksinga mendapatkan angka DFN minus itu artinya apa ya? apa proyeksinya salah?

  • AYe

    DFN minus artinya pertambahan A-yang-diharapkan belum terbiayai oleh pertambahan L & E.
    Secara sederhana, persamaan akuntansi adalah Aset [A] = Liabilitas [L] + Ekuitas [E]. Artinya pertambahan A seharusnya sama dengan pertambahan L & E.
    Pilihannya adalah mengurangi A atau menambah L dan atau E, atau kombinasi dari keduanya. Dengan kata lain pembelian aset harus dikurangi, menambah hutang, menambah modal dari pemilik, atau kombinasi dari ketiga opsi tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: