Aset Tetap

Aset Tetap [Fixed assets] disebut juga Plant Assets atau Property, Plant & Equipment adalah yang memenuhi kriteria berikut:

  1. Aset berwujud atau disebut juga tangible assets.
  2. Diperoleh dalam keadaan siap pakai, baik dibeli maupun dibangun/dibuat sendiri terlebih dahulu.  Jika dalam keadaan belum siap pakai maka tergolong Aset lain-lain [Other assets] dalam akun Construction in Progress [CIP] atau Assets Under Construction [AUC].
  3. Dipergunakan dalam kegiatan perusahaan.
  4. Tidak untuk dijual kembali.
  5. Masa manfaat lebih dari 1 tahun.
  6. Nilai aset material.

Pembahasan Aset Tetap terdiri dari:

  1. Perolehan
  2. Pemakaian
  3. Penghentian

Perolehan Aset Tetap

Aset Tetap dicatat sebesar cost  [harga perolehan].  Cost adalah harga pengorbanan untuk memperoleh aset tetap agar dapat dipakai.

Aset Tetap diperoleh dengan cara:

  1. Pembelian tunai
  2. Pembelian angsuran
  3. Perolehan hibah
  4. Pertukaran
  5. Dibuat atau dibangun sendiri

Pembelian tunai

Contoh:  Dibeli mesin secara tunai seharga Rp. 50 jt, ongkos pasang Rp. 1 jt, dan ongkos uji coba Rp. 500 rb.  Berapa harga perolehan aset tetap tersebut?

  • Cost = Rp. 50 jt + Rp. 1 jt + Rp. 500 rb.
  •          = Rp. 51,5 jt
  • Jurnal saat pembelian sebagai berikut:
  • [D]  Fixed Asset – Machinery                    51,500,000
  • [C]  Cash                                                       51,500,000

Pembelian angsuran

Bunga tidak diakui sebagai cost disebabkan muncul bukan karena pilihan membeli aset tetap tetapi merupakan pilihan membiayai pembelian aset tetap tersebut.  Jadi bunga bukan merupakan bagian dari cost melainkan langsung dibebankan menjadi interest expense.

Contoh:  Dibeli sebuah TV secara angsuran seharga Rp. 2 jt, pembayaran dilakukan dengan cicilan Rp. 250 rb sebanyak 10 kali.  Berapakah costnya?

  • Cost = Rp. 2 jt
  • Jurnal pembeliannya sebagai berikut:
  • [D]  Fixed Assets – Equipment                   2,000,000
  • [C]  Installments Payable                            2,000,000
  • Jurnal pembayarannya sebagai berikut [dilakukan 10 kali]:
  • [D]  Installments Payable                               200,000
  • [D]  Interest Expense                                        50,000
  • [C]  Cash                                                            250,000

Perolehan hibah

Aset tetap yang diperoleh secara hibah dicatat sebesar harga pasar [market value] dengan  contra account-nya adalah modal [Equity - Donation].

Pemakaian Aset Tetap

Pemakaian aset tetap dalam operasi perusahaan mengharuskan kita membebankan biaya untuk aset tetap yang mengalami penurunan nilai tiap akhir tahunnya.  Biaya tersebut adalah Biaya Penyusutan [Depreciation Expense].

Berdasarkan penyusutan Aset Tetap dapat dibagi menjadi 2:

  1. Depreciable fixed asset, misalnya: bangunan, mesin, dan peralatan.
  2. Non-depreciable fixed asset, misalnya: tanah.

4 faktor dalam penyusutan aset tetap:

  1. Cost [Harga/Nilai perolehan aset tetap]
  2. Residual Value [Salvage Value / Nilai Sisa / Nilai Residu]
  3. Method [Metode]
  4. Useful Lifetime [Umur ekonomis aset tetap)

5 metode penyusutan yang umum dipakai adalah:

  1. Straight Line Method (SLM) [Metode garis lurus], penyusutan dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaat.
  2. Declining Balance Methode (DBM) [Metode Saldo Menurun], penyusutan dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat.
  3. Sum of The Year Digits Method (SYD) [Metode Jumlah Angka Tahun], penyusutan dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat.
  4. Output of Production Method (OPM) [Metode output produksi], penyusutan dalam bagian-bagian yang berfluktuasi besarnya tergantung hasil produksi selama masa manfaat.
  5. Metode Grup dan Gabungan

3 hal pokok yang harus diperhatikan dalam menghitung penyusutan adalah:

  1. Proporsi, yaitu berapa bagian dalam satuan bulan masa manfaat aset tetap yang akan disusutkan pada tahun yang dihitung.  Misalnya:  sebuah mesin dibeli tanggal 1 Mei 2009 maka proporsi  dari penyusutan di tahun 2009 adalah 8/12 [8 merupakan 8 bulan pemakaian fixed assets, dari Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember sedangkan 12 merupakan jumlah bulan yang ada dalam 1 tahun)
  2. Tarif, besarnya tarif tergantung metode penyusutan yang dipakai.  Untuk SLM tarif tiap tahun tetap, selain SLM tarif tiap tahun berubah.
  3. Dasar penyusutan, terdapat 2 jenis dasar penyusutan yaitu cost dan book value.
  • Jika cost dipakai sebagai dasar penyusutan maka
  •              depreciable assets = cost - residual value
  • Jika book value dipakai sebagai dasar penyusutan maka
  •              depreciable assets = cost - residual value - accumulated depreciation.

Rumus penyusutan yang digunakan:

  • p = proportional of usage
  • t = tariff / tarif
  • DA = depreciable assets
  • n = usage [in month] / pemakaian [dalam bulan]
  • L = lifetime / useful life [in year] / umur manfaat [dalam tahun]
  • OP = output production
  • D = depreciation / penyusutan
  • AD = accumulated depreciation
  • RD = Residual Value
  • BV = book value

1.   Straight Line Method:

  • D = p*t*DA
  • D = (n/12)*(1/L)*(Cost-RV)

2.   Declining Balance Method:

  • D = p*t*DA
  • D = (n/12)*(1/L)*[BV-RV]

3.   Sum of The Year Digits Method:

  • D = p*t*DA
  • D = (n/12)*(L/(1+2+3+ … +L))*[Cost-RV]

4.   Output of Production Method:

  • D = p*t*DA
  • D = (n/12)*(OP/OP-total)*[Cost-RV]
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: